Sepada Dalam Pandangan Penulis
Sepada merupakan salah satu alat transportasi manusia tertua yang pernah dibuat. Sepeda pertama kali diciptakan di Eropa (kalo g salah) dengan tanpa rantai & pedal. Sehinga untuk menggerakan kita harus bertingkah seperti jalan kaki. Kemudian mulai berkembang tipe sepada Penny Fancy dari Prancis yang memberikan pedal pada roda depannya untuk dapat bergerak. .Awal penciptaan sepeda masuih menggunakan kayu sebagai bahan dasarnya. Kemudian mulai berkembang sepeda yang dibuat dari baja & kelompok logam lainnya.
Sepeda merupakan salah satu penemuan manusia yang revolusioner, melatarbelakangi penciptaan sepeda motor. Untuk pembahasan selanjutnya, penulis akan menggunakan sepeda modern dalampembahasannya. Pada umumnya, sepeda mampu melaju pada kelajuan maksimal hingga 20 km/h atau sekitar 5,56 m/s. Jari jari sepeda berkisar antara 6-13 inchi atau jika dikonfersikan sekitar 15,4 cm hingga 33,02 cm. Dengan begitu, kecepatan sudut yang bisa diraih oleh sepeda adalah sekitar 10/π rad/s atau 3,183098 rad/s.
Sepeda memiliki mekanisme hubungan antar-roda dari gear pedal hingga ke ban memiliki hubungan kecepatan putar roda sepeda. Alias bisa kita tulis dengan (ωr)1=(ωr)2. Sementara itu, hubungan itu juga berlaku antara roda ban 1 dengan roda ban 2, dan juga hubungan ini sama persis dengan yang pertama, yaitu memiliki persamaan kelajuan putaran sepeda (bukan kelajuan sudut)
Ketika melaju menggunakan sepeda, kita mengalami hambatan dari udara dikarenakan kita menabrak partikel di udara. Ketika posisi kayuhan dengan badan tegak, hambatan udara sangat besar sehingga bisa memperlambat kayuhan sepeda. Untuk itu beberapa pembalap menggunakan sepeda yang didesain untuk mereka merunduk supaya memperkecil hambatan sepeda. Gaya hambat ini bisa kita cari dengan Hukum II Newton (F-f=ma).
Sepeda yang melaju memiliki nilai momentum tertentu. Semakin besar kelajuan sepeda dan semakin besar massa sepeda beserta pengendaranya, maka semakin besar pula momentum yang dimiliki sepeda. Momentum pada sepeda dapat menjadi acuan seberapa besar dan kuat kelajuan sepeda, serta nilai tumbukannya. Ada pula momentum sudut sepeda yang dialami oleh roda-roda sepeda. Persamaan yang menghubungkan momentum sepeda dengan momentum sudut sepeda adalah L=r.p
Dengan begitu, selesai sudah pandangan penulis terhadap sepeda yang dibahas secara dalam dari segi fisika. Harapannya, pembaca semakin mengerti mekanisme sepeda yang bekerja, tidak hanya berfikir tentang cara menggunakan sepeda atau cari untung dari sepeda.
Komentar
Posting Komentar